MEMINTA PEMBATALAN BENCANA
Tidak ada satu orang pun yang bisa menghindar dari bencana alam. Manusia memang bisa membuat berbagai macam cara agar terhindar dari bencana alam. Tapi terkadang, ketika Allah sudah mentakdirkan terjadi bencana pada suatu daerah, maka tidak ada kekuatan manusia pun yang bisa menghalangi terjadinya bencana itu. Dalam kotbah jumat yang pernah saya dengar, ada tiga cara untuk meminta pembatalan bencana, adalah :
- Mengucap Istighfar
- Nabi Muhammad
- Muslihun
Muhammad adalah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim. Muhammad memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Muhammad sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya. Rasulullah pernah mengajarkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib tentang doa yang dibaca ketika terjadi bencana alam. Doa yang dianjurkan Rasul kepada Sayyidina Ali adalah sebagai berikut:
بِسْمِ اللهِ اْلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِا للهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ
“Bismillahirrahmanirrahim wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim.”
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tiada daya dan kekuatan (bagi kami) melainkan hanya dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
Muslihun, yaitu orang-orang yang tidak hanya beramal sholih sendiri, tetapi juga sekaligus mengajak orang lain untuk berbuat kesholihan dan mengingatkan orang lain agar tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan. Oleh karena itu, Allah ta’ala memerintahkan umat yang mulia ini agar ada di antara mereka yang memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. (Shahih Tafsir Ibnu Katsir, IV/589)