Jumat, 07 Desember 2018

Integrasi Kinect Sensor pada Pembuatan Software Aplikasi Dressing Room


Item Type:
Thesis (Under Graduates)
Subjects:
Q Science > QA Mathematics > QA76 Computer software
Fakultas:
Fakultas Teknik > Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, S1

DONASI/DONATION : 
No.Rek 0226758333 (BNI46) 
Atas Nama "AGASTIA DEWANGGA TRI H"

Download file :
https://www50.zippyshare.com/v/HDQmCu0s/file.html

Project :
https://www67.zippyshare.com/v/S4JK3H6P/file.html

Cara mengembalikan project jadi source code/How restore the project to the source code :
Asset unity3D

Abstract
Sebuah toko di Jepang, Awaseba telah meluncurkan Virtual Dressing Room di webnya, akan tetapi aplikasi tersebut selalu "menipu" dalam arti jelas terlihat bagus karena foto tubuh si model sangatlah ideal. Sebuah simulasi virtual seharusnya diartikan sebagai sebuah bentuk peniruan dari kondisi nyata sesuai dengan kondisi bentuk fisik nyata si pembeli. Hasil Penelitian dari Koresya, Edo Raditya Hermanto dan Harris Gunawan pada tahun 2012 yang telah membuat aplikasi virtual dressing room berbasis augmented reality dengan motion detection namun pada aplikasi tersebut masih terdapat kekurangan pada metode detection dan mereka menyarankan untuk lebih mengoptimalkan metode deteksinya, oleh karena itu, pada penelitian ini mengangkat tema sebuah aplikasi Virtual Dressing Model Pakaian dan Aksesoris dengan metode deteksi yang lebih baik yakni kinect sensor dengan metode skeleton tracking. Kenapa dipilih kinect sensor? Ada beberapa sensor yang sejenis dan fungsinya mirip seperti kinect antara lain : Asus Xtion dan Playstation Eye. Akan tetapi sensor yang pertama kali muncul dipasaran dan memiliki driver untuk operating system windows dan linux hanyalah kinect sensor. Ini dikarenakan yang membuat kinect sensor dan OS windows adalah perusahaan yang sama yakni Microsoft. Dengan adanya driver untuk windows kita bisa menggunakan Kinect Sensor dengan mudah sebagai perangkat input pada PC karena memang sudah difasilitasi secara legal oleh Microsoft sendiri atau biasa disebutkan dengan istilah “Kinect For Windows”. Untuk harga kinect sensor juga lebih terjangkau dibanding dengan sensor yang lainya. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah waterfall yeng memiliki siklus analisysis, design, code, dan test. Pengujian pada aplikasi ini dilakukan dalam rangka melakukan validasi pada perangkat lunak. Proses validasi dilakukan dengan blackbox testing, dan uji validasi pengguna. Hasil penelitian ini adalah terbangunnya sebuah Aplikasi Virtual Dressing Model Pakaian dan Aksesoris dengan terintegerasi kinect sensor. Fitur yang ada pada aplikasi ini adalah karena terintegrasi kinect dengan pembacaan pada algoritma skeleton tracking yaitu representasi dari gabungan 20 titik rangka tubuh. Titik-titik tersebut juga direpresentasikan pada koordinat 3D (X,Y,Z) sehingga interaksi pengguna dengan objek 3D pakaian akan langsung ter-tracking dan menempel ke badan si pengguna. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terbangunnya sebuah aplikasi virtual dressing model pakaian dan aksesoris untuk kebutuhan bisnis jual beli pakaian dengan metode deteksi yang lebih baik, sehingga bisa diimplementasikan dengan perbaikan di masa mendatang.